0

HUJAN

senin, 07 juni 2010..
berlokasi di sebuah mall di kota kediaman saya..

saat itu, saya sangat letih. dengan kondisi yang benar-benar penat karena baru saja menyelesaikan kuliah hari itu. entah kenapa, baru-baru ini, saya lebih memilih jalur alternatif lain untuk sampai di rumah. mungkin karena kebiasaan begadang saya yang membuat saya sering sekali tertidur dalam angkutan umum saat perjalanan pulang, atau mungkin karena memang angkutan umum di jalur alternatif ini lebih nyaman (ada ac, lebih bersih, plus bisa bertemu dg komunitas pecinta angkutan umum lainnya).. jadilah saya memilih jalur alternatif itu untuk menghindari terjadinya sesuatu yang tidak saya inginkan.

FYI, jalur angkutan umum ini ditempuh dengan jarak sekitar 20km dari kampus menuju halte yang paling dekat rumah sebelum saya menyambung perjalanan dg menggunakan angkutan umum yang lebih kecil lagi (2x nyambung angkot).

lalu kemudian, sampailah saya pada halte yang dituju dengan wajah langit yang muram dan mendung. hitam dimana-mana. benar dugaan saya, sejak saya naik bus itu hingga berhenti di halte, langit akan hujan. dan hujan ternyata turun saat saya turun pula di halte tersebut. kebetulan halte tadi berada di depan sebuah mall, maka saya memutuskan untuk mampir sebentar ke mall tadi, sekadar untuk mengisi perut saya yang kosong dan baru diisi dengan gorengan, beef burger, dan chiki-chikian tadi pagi.

handphone berbunyi..ayah rupanya. beliau bertanya, apakah mau pulang bersama, karena hujan terlalu deras. ku-longok-kan kepala keluar kaca mall. terlalu deras? ini badai hei kawan!!sejak masuk mall saya tidak sadar keadaan luar. akhirnya saya memutuskan untuk dijemput 10 menit lagi, karena sup jagung ini begitu nikmatttt untuk ditinggal begitu saja.

sesampainya ayah disana, pukul 16.30, begitu besar hasrat saya untuk menghabiskan uang ayah dengan membeli barang-barang yang wwaaaaahhh,,dividi sodara-sodara! dividi ugly betty season 2.. tapi ternyata saya tidak tega, jadilah dividi tersebut hanya angan..
muter-muter, kemudian kami memutuskan untuk pulang. masih hujan ternyata. untungnya mobil diletakkan tidak jauh dari walking area di pinggiran mall tersebut. terabass libass..
sudah banyak bertebaran ojek payung dadakan disana. umumnya anak lelaki mungil-mungil yang hanya bermodalkan payung dan baju selembar dibadan.
didepan walking area tadi, terdapat sebuah toko sepatu yang ternyata menarik minat ayah untuk masuk dan melihat-lihat kondisi disana. saya memutuskan untuk menunggu diluar dan tak lama kemudian ayah keluar toko dan menghidupkan rokoknya. tidak jadi kami pulang, kami duduk-duduk di tangga yang ramai dengan ojek payung dan manusia yang lalu lalang keluar masuk mall lewat side enterance. sembari rokok dihisap dan menghangatkan badan, ayah bertanya ke salah seorang ojek payung disana. 'menggigil?'. "iya om".

pertanyaan itu membuat saya memperhatikan gerak-gerik si ojek payung. kulihat badannya yang bergetar dan basah air hujan. kulihat payung pink kembang-kembangnya. miris..
dia begitu mungil, terlalu muda untuk berlarian menembus air dan angin dari hujan.
dia begitu rapuh, terlalu ringkih untuk mencari kenikmatan hidupnya sendirian..

10 menit kami disana, belum ada seorang pun yang meminta diantar dengan payungnya. sementara tubuhnya mulai mengigil hebat dan giginya terdengar gemelutuk.
ayah mengajakku pulang. yang tersisa hanya bayangan dan pandanganku yang masih tidak bisa lepas dari payung pink-nya.

masuk mobil dan mengabadikan foto blur yang sebisanya kudapat.

hhhhhhh... dik, darimu.. saya belajar hidup prihatin.
saya belajar saya diberi kenikmatan yang berlebih.
saya belajar keadilan.
saya belajar memiliki rasa iba pada tempatnya.
saya belajar untuk mensyukuri hidup.
dan saya belajar bahwa hidup itu sekeras apapun memang harus dijalani, walau dengan air mata, keringat, darah, dan menggigil sepertimu sekarang..

kelak nanti, kudoakan kau menjadi manusia yang kaya.
kaya dengan semua kenikmatan yang selalu kau syukuri.
kaya dengan hati dan keprihatinan yang kau jalani dahulu.
kaya dengan rasa haru dan mengingat sang Khalik yang menciptamu.

semoga hujan menjadi kawanmu yang setia, walaupun kau telah kaya.
semoga hujan menjadi kenikmatanmu dikala kau kaya nanti..
semoga hujan ini tidak menjadi musuhmu saat kau tak lagi bekerja padanya..

dan setelah saya berjalan pulang, dia mendapat pelanggannya..
*dedicated to: tukang ojek payung di mall

0 komentar:

Back to Top