2

two days to our relations..

kejadian ini bermula saat saya iseng mengomentari perkataan teman saya di aplikasi twitter, yang menanyakan "masih butuh figuran,ada yang berminat?"
saya yang menjawab "aku mauuu,,jadi tukang kipas" dan tidak pernah benar-benar berniat untuk ikut terjun ke dalam kumpulan mereka, malah akhirnya harus menunggu berjam-jam hingga giliran saya tampil.

dalam kebosanan menunggu itu, saya meminta teman saya menemani saya bertukar cerita lewat sms. untunglah dia bersedia. seharusnya saya meng-sms teman saya yang satunya lagi, yang telah terlebih dahulu mengenal seluk beluk warga ovm ini. namun berhubung saya mengenal kebiasaannya yang sangat malas untuk membalas sms dari SIAPAPUN (termasuk dosen dan pacarnya), maka saya mengurungkan niat untuk mengajaknya ber-sms ria dari jam7 pagi hingga jam 11. satu-satunya sms yang saya kirimkan kepadanya hanya berisi:
war, ada kerjaan gak? temenin aku ya..
yang sudah kita duga, tidak dibalas..

nah,saat saya mulai mengerjap-ngerjapkan mata karena mengantuk, disinilah saya bertemu dengan dia. lelaki yang menanyakan siapa nama saya dan siapa yang membawa saya kesini.
dari awal bertemu, dia yang berpakaian hitam-hitam cukup menarik perhatian saya..
yah,saya akhirnya keluar dari keseharian saya yang mendek dirumah dan akrab dengan segudang FTV.

lalu, saya yang pernah diwanti-wanti teman saya yang tadi telah dulu berkecimpung di dunia recording dan fotografi (sebut saja: mawar), ya saya yang pernah diwanti-wanti si mawar dengan: "perluas pergaulan. harus berteman dengan tulus tanpa maksud apapun, termasuk cari pacar", langsung menggeleng-gelengkan kepala sambil memikirkan alangkah sulitnya pekerjaan mereka yang harus bolak-balik mengatur posisi lampu dan letak kamera. alangkah masamnya bau badan mereka yang tidak tersiram air selama 2 hari. alangkah semangatnya mereka.

tapi berbeda dengan lelaki ini. saya mengetahui ia sama seperti yang lainnya. tidak mandi. tapi bau badannya berbeda. penampilannya berbeda. sekilas saya melihatnya, saya sempat berpikir dia adalah artis FTV yang sering saya lihat di tv. tapi kemudian mata saya sempat tertuju lagi pada lelaki yang "itu tuh" (sebut saja: jengkol). saat itu, saya berpikir, si jengkol ini yang paling menarik dari siapapun yang ada di ruangan ini. si jengkol masih terlihat muda dan fresh. tidak jauh berbeda dengan dia (sebut saja: buncit), yang kemudian saya tahu bahwa pekerjaan si buncit adalah "yang megang duit".

fokus kepada buncit. karena lelaki inilah yang akan banyak saya ceritakan di posting kali ini.

ya,si buncit banyak membantu saya melakukan semuanya, yang kemudian saya tahu bahwa itu adalah salah satu caranya untuk curi-curi pandang ke saya..hihi.
tidak lama dari kebosanan dan kemengantukan saya, akhirnya mawar membalas sms saya. "idak,ngapo?"
saya menyegerakan meneleponnya sambil berdoa kepada Tuhan, agar si mawar mengangkat telepon ini. doa saya terkabul. mawar mengangkat telepon dan setelah saya menjelaskan kronologisnya, akhirnya mawar berkata "ya Allaah,,yo sudah tunggulah disano.aku bentar lagi kesano"
sujud syukur dan haru dalam sholat.Tuhan begitu baik padaku.mawar akhirnya kesiniii....

bla bla bla,seperti sudah diduga, mawar mampu menguasai keadaan. saya sangat terbantu dengan kehadirannya. dan setelah hari menjelang malam (jam 8 malam), kami selesai dengan tugas masing-masing, dan akhirnya kami pulang. saya, mawar, dan teman kami satu lagi, menyempatkan diri untuk sekedar memalamkan hari dengan duduk-duduk di sisha corner.
semua berlalu begitu saja, bahkan saya sempat tertidur sejenak sebelum akhirnya dijemput oleh ayah dirumah mawar.

besoknya, saya dibangunkan dengan dering telepon dari nomor yang tidak dikenal. tapi otak saya yang baru setengah mengumpul memerintahkan untuk mengangkat telepon.
percakapan singkat nya:
"makasih ya sudah bantu2 di proyek ini,maaf kalo kemaren di cuekin"
"mmmmhh.."
"baru bangun ya?"
"hehe,,iya.."
"capek banget nih kayaknya"
"mmhh.."
"ya udah,makasih sekali lagi ya"
"maaf,ini kakak yang mana ya?banyak orang nya kemaren"
"ini kak dudul"
"oohh,,kak dudul..iya kak,gak papa.makasih kembali ya.."
klik.telepon ditutup.

kemudian pagi harinya saya mendapat mention twitter dengan ucapan yang sama dari kakak ijah si tukang cuci, dan di facebook saya sudah menunggu 2 orang untuk di confirm pertemanannya. yang akhirnya saya tau bahwa salah satu dari yang meng-add saya, adalah si buncit.
di info profile nya, saya cukup banyak mendapat pengetahuan tentang umur dan nomor telepon genggamnya. tapi kembali lagi, saya tidak berwenang mengenai apapun dan harus tulus dalam mengenal seseorang, tanpa maksud dan tujuan apapun.

malamnya,saya mendapat sms dari seorang yang nomornya tidak asing,tapi tidak tersimpan dalam memori telepon genggam yang saya pegang. saya tau itu buncit, tapi untuk memastikannya, saya bertanya terlebih dulu. dan benar saja, itu si buncit.
setelah beberapa kali sms, dia berkata: "kalau tidak ada pekerjaan, kita keluar saja"

singkat cerita, setelah dua hari kami bertemu, si buncit akhirnya menyegerakan untuk mendaulat saya sebagai kekasihnya.
entah apa yang ada di pikiran saya, saya terburu-buru dalam mengambil keputusan. saya tergesa-gesa dalam mengartikan perasaan yang begitu meluap-luap setelah mendapat pengalaman baru saat syuting kemarin.
semua yang saya iyakan, semua persetujuan saya, mengumpul menjadi perasaan bersalah yang pada akhirnya malah akan merugikan si buncit hingga terjadilah sesuatu yang membuat saya makin merasa tidak yakin dengan rasa cinta itu.

saya, memang bukan orang suci yang tidak tahu seluk beluk berpacaran. saya tahu, dalam berpacaran, beberapa orang suka melakukan hal-hal yang melanggar norma dan akal sehat. saya tahu, beberapa lelaki kadang meninggalkan wanita begitu saja sesaat setelah mereka melakukan hal-hal yang mereka labeli "atas nama cinta". saya juga tahu, bagaimana seorang wanita selalu berada di posisi yang merugi.

maka, saya sangat kecewa saat si buncit mencoba untuk berlaku kurang ajar terhadap saya. sudah tiga kali kejadian ini terulang.
sungguh ketidakyakinan saya akan perasaan mencintainya semakin besar.
tapi saya terjebak. terjebak dan akan sangat sulit untuk keluar tanpa menyakiti siapapun.


*untuk buncit*
hei buncit, maafkan jika aku terlalu sombong dengan perasaan hambarku.
maafkan jika aku terlalu munafik dengan batasan yang kuberikan padamu.
maafkan jika perasaan ini tidak berubah dalam bulan-bulan mendatang.
dan jika benar perasaan ku tidak berubah, maka mungkin akan lebih baik jika aku tidak perlu muncul lagi di hadapanmu dan semua.
sampai saat itu, aku mohon kita buat semua yang terjadi saat ini, sebagai kenangan indah yang akan aku simpan hingga nanti.

2 komentar:

rully mengatakan...

tukang cuci nak ngomen hahahahahaha sukses yeehhhh hehehehe

.: albert einstein :. mengatakan...

kakaakk,,maapp..
kan nama disamarkan,,hehe

Back to Top