kemarin saat saya baru pulang dari berenang di SSC bersama si ibu..
entah kenapa hari itu terlintas pikiran untuk berolahraga barang sejenak. olahraga apa ya yang enak, tidak berkeringat, murah, tapi kesannya eksklusif??
dari situ mulailah otak saya berkutat dengan mencorat-coret kertas yang telah diisi dengan daftar olahraga yang ada di kota saya.
1. skater (ini olahraga kakak saya dari jaman SD dulu,sayang dia tidak serius menekuninya sehingga sisa-sisa papan skateboardnya jadi papan gilas untuk mencuci baju,hihi).
kenapa saya terpikir olahraga satu ini?padahal saya cuma bisa meluncur dengan pantat berada di papan dan mendayung papan sekuat tenaga agar bisa berjalan..
haaaah,,setelah ditilik,saya terlalu banyak membuka formspring si abang artis yang baru dikenal teman saya.dan kebetulan, si abang artis menyukai olahraga ini.
kemudian saya berpikir, memang olahraga ini sedang digandrungi anak muda jaman sekarang. tapi dengan kondisi saya yang tertutup ini, siapa yang akan saya sapa dan minta ilmu dalam belajar skateboard ini?? DICORET!!
2. menembak
wiihh,,saat mendengar olahraga satu ini, satu kata di otak saya. keren.
olahraga ini sempat menjadi list untuk hari itu, karena ibu dulu sempat mengikuti latihan dan kursus menembak. selain itu, saya rasa mata saya masih cukup baik untuk membidik sasaran tembak.hal ini terbukti dari 3 sasaran tembak yang dibuat ayah, 2 kali saya bisa menembaknya tepat sasaran.
tapi berhubung lokasinya yang tidak dilalui kendaraan umum, dan saya belum memiliki pistol sendiri, saya mengurungkan niat. CORET LAGI!!
3.basket
saya lebih suka menonton basket daripada memainkannya. saya tidak bisa bermain basket. CORET!
4.sepak bola
walaupun sedang dalam hangat-hangatnya piala dunia, saya notabene tidak menyukai olahraga ini. saya hanya suka saat-saat saya menebak siapa pemenang dari kedua kubu yang bertanding, tanpa melihat dan mengenal kemampuan masing-masing pemain. RESMI DICORET!
5.baseball / softball
dimana saya bisa latihan baseball / softball tanpa mengikuti satu grup terlebih dulu? CORET DEH.
6.anggar. CORET.
7.panahan. CORET.
8.jogging sore. malas. CORET.
setelah proses yang agak lama, akhirnya saya mengingat salah satu kebiasaan saya yang dulu sering sekali saya lakukan bersama kakak lelaki saya. saat kami masih kecil, kami sering berenang di kolam pusri.
naahh,, bagaikan mendapat ilham, saya memutuskan untuk mengajak ibu berenang.
alhasil, setelah kami berdua lelah berolahraga, mungkin ini karena kami jarang berolahraga, kami makan bersama di suatu restoran di mall yang menyediakan berbagai macam mie.
egg mie, nasi goreng zaitun, dan milkshake..tidak, tidak.makanan itu kami bagi tiga secara adil (ayah memutuskan untuk menyusul kami dan makan bersama).perut kami kenyang, dan kami pun pulang.
di perjalanan pulang, saya yang pulang bersama ibu, sempat terhenti sebentar di lampu merah suatu simpang yang memang cukup padat oleh lalu lalang mobil dan motor. kebetulan saat itu, mobil kami berada di garis terpinggir dari deret 3 mobil di jalanan yang cukup besar itu,sehingga menyebabkan banyak motor yang nantinya akan menyelip di pinggir-pinggir mobil kami agar mendapat lampu hijau dengan cepat.
audio mobil yang mendendangkan lagu dari frau membuat kami berdua rileks untuk merenggangkan kaki dari kopling mobil. saya yang cukup autis dengan aplikasi twitter di handphone, secara tidak sengaja menoleh ke kiri, tempat dimana para penyalip berhenti. tentunya dengan handphone masih tergenggam dan di otak atik.
disanalah saya bertemu dengan "lelaki bermata hijau" yang secara tidak sengaja pula menoleh ke arah saya sebelum akhirnya saya menundukkan kepala kembali autis dengan twitter dan dia pun dengan segera memutar motornya ke arah yang lebih lapang. tapi mata saya bertemu dengan matanya yang hijau..
dia mengendarai motor vixion yang saya lupa nomor platnya.
dia memakai helm putih 10 ribuan yang sering dijual di pinggir jalan.
dia memakai sepatu vans warna hitam polos dengan list putih di bagian alas kakinya.
saya yakin dia mempunyai keturunan eropa barat entah di bagian mana.
saya yakin dia melihat saya.
matanya. saya melihat langsung kepada matanya. matanya yang hijau.
walaupun hanya dalam hitungan detik.
kemudian saya bertanya kepada ibu, "bu,apakah lelaki itu (sambil menunjuk ke punggung lelaki mata hijau yang berada agak jauh di depan mobil kami) adalah seorang keturunan bule?"
"yang itu?mungkin saja.."
"matanya hijau, bu"
"mungkin dia memakai softlens, seperti yang sering kau pakai dulu"
"lelaki terlalu malas untuk berurusan dengan soflens, bu"
"aaah,,kalau begitu, dia gay!"
seketika itu juga saya mengucap doa, andai dia jodoh saya, yang akan saya lakukan pertama kali adalah memeriksa apakah ia memakai softlens atau tidak..
hei lelaki bermata hijau, mengapa hingga saat ini saya memikirkanmu?
beberapa detik itu...terlalu sulit untuk dikonversikan menjadi dimensi waktu yang kurasa cukup lama sebelum menaklukkan pandanganku padamu..
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Diposting oleh




0 komentar:
Posting Komentar