0

si gigi

dokter gigi bilang gigi saya jelek dan diwajibkan memakai pagar pengaman alias behel bin merutul2 agar tidak membuat senyum saya semakin aneh.
tapi entah kenapa saya tidak tertarik dengan sarannya..
ya, mungkin pernah terlintas dalam pikiran saya untuk memakai si kawat itu demi menjaga kualitas kegaholan saya di kancah anak muda seumuran saya. kenapa gaul? kenapa anak muda yang memakai kawat gigi dikategorikan sebagai anak gaul?
karena kawat gigi itu mahal, saudara-saudara.

terakhir kali saya mengecek harga untuk sebuah kawat gigi lengkap (bagian atas dan bawah pada gigi) berkisar antara 5-8 juta rupiah. itu belum termasuk ongkos jasa dokter gigi, dan rutinitas check-up (bahasa Indonesianya apa ya?) di tiap bulannya.
saya, yang notabene keluaran dari orang tua yang hanya pegawai kecil, mungkin akan sangat bangga bila mulut saya harus maju beberapa senti ke depan saat bicara karena terganjal oleh bintil-bintil kawat gigi yang warna-warni dan sangat lucu itu. atau paling tidak, saya bisa menunjukkan pada semua yang saya kenal bahwa gigi saya memakai kawat dengan harga yang lebih mahal daripada 3 bulan gaji orang tua saya.
tapi kembali lagi pada intinya. saya kok tidak tertarik pada behel itu ya? walaupun anak-anak kampus memberi saran:
"gigimu itu punya hak untuk tampil baik lho"
"senyummu itu akan lebih bagus kalo gigimu rapi lho.."
atau komentar sadis yang bilang:
"gigimu itu jelek!"

sebulan yang lalu, gigi saya mengalami keropos. gigi saya berlubang hingga harus ditampal.kembali saya teringat kata-kata dokter gigi yang membuat saya anti-dokter gigi.
bahwa gigi saya harus sesegera mungkin dicabut,untuk dipasangi kawat. entah itu hanya akal-akalannya,atau memang gigi saya sudah mengalami gejala penyakit kejelekan yang parah.
perlu diketahui, gigi saya tidak jelek, bahkan bisa dibilang bagus. namun rahang saya yang kecil ini, tidak cukup untuk menampung gigi yang besar sehingga gigi saya tumbuh tumpang tindih.
kedua gigi taring atas saya tumbuh pada bagian gusi depan. sementara gigi seri atas ada yang tumbuh menyempil ke belakang, dan ada pula yang mencuat miring ke bagian bawah gusi.
untuk gigi bawah saya, lumayan baik saya rasa. hanya gigi taring saja yang "tingkik". selebihnya ia tumbuh dengan normal walaupun miring sana miring sini. tapi gigi saya kuat. dan putih.

biar bagaimanapun, gigi tetaplah gigi yang akan mengalami kekeroposan pada akhirnya. dan disinilah saya untuk menampal gigi. sebulan berlalu. kemudian saya bisa memakan apapun yang saya inginkan. gigi saya tidak sakit, dan tidak berlubang lagi.
tapi karena saya sangat menyukai kerupuk dan sebangsanya yang mengandung tingkat keras yang sangat, maka saya melanggar perintah dokter untuk tidak memakannya. kemudian akhirnya, gigi saya yang pernah berlubang itu, patah sebagian. tapi gigi itu masih menempel di gusi. sangat menyakitkan..

dua minggu berlalu. saya mencoba mengalihkan semua pikiran mengenai gigi yang menjuntai-juntai dengan segudang kesibukan.
aahh,,memang membiarkan sesuatu berlarut-larut itu malah akan menyakitkan.
dan saya ke dokter gigi lagi. dan teringat lagi. dan di beri nasehat lagi. bahwa saya melalaikan semua perintah dokter hingga gigi saya yang patah itu infeksi dan bernanah pada gusinya. bahwa saya harusnya belum boleh memakan makanan keras. bahwa saya seharusnya menjaga gigi saya yang sudah centang prenang ini. bahwa saya seharusnya memakan obat darinya.

untunglah si dokter lupa untuk mengatakan: "kamu harus pasang behel".
karena terlalu asyik menyuntik gusi saya mungkin..
sementara omongan si dokter, saya masukkan telinga kiri, dan keluar melalui telinga satunya. maaf dok, disuntik itu sakit..
hilanglah separuh gigiku.
dan saya masih harus menemuinya sehabisnya obat ini. 40 kapsul yang harus dimakan 6x sehari. menemuinya untuk mendapatkan arahan, apakah sisa gigi ini bisa dipertahankan, atau memang harus dibuang..
tolonglah Tuhan, pertahankan gigiku.berilah ia kekuatan..

dan atau, saya tertarik memakai behel??..
jika si dokter bicara seperti itu lagi, maka saya sudah menyiapkan jawaban yang tepat: "maaf dok, saat ini saya sedang sariawan. mungkin suatu saat saya kembali lagi.."

*berjalan dan tidak sengaja melihat kaca..kemudian tersenyum..*
*haah,,iya juga ya,senyum saya jelek..*
*menutup mulut sambil berkata: aahh,sudahlah!!!@#$#$%^&*

0 komentar:

Back to Top