saya suka latah.
bukan, bukan latah yang "eh,takodel-kodel takodel-kodel.mpok surti pake kacamata,pak erte jatuh cinta" kayak gitu. tapi ini latah adlam artian suka ngikut-ngikut kerjaan orang lain yang lagi nge-trend dalam pandangan saya.
contohnya..
1. saat saya sedang berkumpul bersama beberapa teman-teman yang sedang membicarakan facebook (jaringan pertemanan secara on-line), saya ikut-ikutan membuat akun facebook, walaupun itu dengan pengorbanan jalan kaki ke warnet dan menghabiskan sekitar Rp4.000,- (karena koneksinya lelet minta ampun).
dan setelah saya mempunyai akun tersebut, saya malah bingung cara menggunakannya..hehe
2. kemudian setelah ibu saya memutuskan untuk menggunakan telkomflash sebagai media komunikasi secara online, saya mulai sering membuka internet, entah sekedar googling atau hanya sekedar mencari berita-berita selebritis a.k.a gossip. dan ketika saya tau salah seorang selebriti yang sedang naik daun menggunakan twitter (jaringan pertemanan online lainnya), saya pun buru-buru mencari tau dan membuat akun lagi di twitter.
sama seperti sebelumnya, saya tidak mempunyai banyak teman di twitter,dan saya pun masih bingung cara menggunakannya.
3. pernah suatu ketika saya diharuskan berada satu minggu bersama anak-anak kampus yang sangat suka menonton film berbau kebarat-baratan dan sangat menyukai musik rock alternatif, blues, jazz atau apalah itu yang isinya bahasa orang sono semua. dan jika mereka sedang memutar film atau musik tadi di laptopnya (dengan suara keras hingga menembus lagu-lagu dangdut indonesia di ipod saya) dan beberapa anak lainnya mulai histeris dan mengerubungi si empunya film dan menyodorkan si flashdisk untuk diisikan film atau musik tadi, saya pun ikut-ikutan walaupun saya malah tidak mengerti alur film dan apa yang diceritakan baik di film maupun di lagu-lagu tersebut.
4. dulu, waktu saya berumur 17 tahun dan sangat suka menghabiskan uang untuk majalah fashion yang berjudul sama dengan umur saya, saya cukup banyak mengetahui kemajuan fashion dan gadget di luar indonesia (dan sangat ingin memilikinya). tapi saya tau, Indonesia belum menyediakan semua yang saya inginkan. atau kalaupun barang tersebut sudah ada di Indonesia, saya harus merogoh kocek untuk menyebrang pulau karena barang tersebut hanya ada di Jakarta, atau Batam, atau Bali. saya pun mengubur keinginan untuk memiliki barang-barang tadi..
lalu beberapa tahun kemudian, barang tersebut mencuat dan menjadi trend, semua orang sudah memilikinya. bahkan sudah ada tiruannya. dan kemudian saya ikut-ikut membelinya.
5. lalu waktu blackberry bertebaran dimana-mana, yang notabene handphone buatan jerman (apa vietnam? atau malah cina?? sudah banyak banget itu KW-nya sampai-sampai saya bingung mana yang asli dan yang tiruan) itu sudah lama sekali dibuat dan digunakan oleh artis-artis luar negeri (hingga mereka bosan dan malah menggunakan handphone keluaran L* dan S*nyericc*on), sedangkan di Indonesia BB baru booming, saya pun ikut-ikutan melempar-lempar hp butut saya dengan tujuan "biar cepet rusak dan digantiin BB sama ayah".
akhirnya, BB didapat.
6. saya disarankan oleh ayah dan ibu untuk masuk ke salah satu perguruan tinggi negeri di tempat saya tinggal. sebelumnya, saya sudah mengikuti beberapa tes USM di PTN-PTN terkemuka yang teman-teman saya incar (dan tentu saja itu diluar pulau). bukan bermaksud sombong, saya lulus dan teman-teman saya harus berjuang lebih keras mengikuti jalur SPMB lainnya untuk lulus di PTN serupa.
lihatlah.. saya ikut-ikutan mereka, walaupun pada akhirnya saya memilih untuk kuliah di PTN pilihan orang tua saya.
7. sejak saya kuliah di PTN tersebut (yang biarlah saya dan Tuhan yang tahu..hueheheu), PTN tadi dibagi menjadi dua jenis, reguler dan non-reguler atau dengan kata lain ekstensi (sebutan lainnya lagi: PTN versi swasta, atau sebutan lain-lainnya lagi: PTN untuk anak yang beduit aja tanpa mengandalkan otak; tapi perlu diketahui, kami yang belajar disini mendapatkan pengajaran dan standarisasi yang sama, hanya saja biaya registrasi dan pembayaran SPP lebih mahal dikarenakan kami belajar di kota. maka dari itulah kami diharuskan membayar biaya gedung dan fasilitas lainnya yang lumayan muahaaall..)..
ya ya,kembali ke topik, PTN tempat dimana saya menimba ilmu tadi, memang terdiri dari beberapa golongan. si kaya dan si menengah. jadi, jangan heran jika anda tidak sengaja main ke PTN tadi, anda akan melihat jejeran mobil-mobil berbagai merk dan jenis memenuhi parkiran, atau motor-motor berbagai ukuran yang juga mencar disana sini.
berhubung saya sudah silau dan iri, saya pun ikut-ikutan merengek (dengan cara yang lebih dewasa tentunya..bukan dengan cara menangis dan ngambek, tapi dengan mengajak ayah jalan ke mall yang sedang promosi boil keluaran terbaru di musim ini sambil berkata "yah, mobil yang ini bagus,cocok untuk anak muda")..
dan akhirnya, ayah mengganti mobilnya dengan mobil baru, tapi family wagon. perlu diketahui, mobil yang dipunyai oleh ayah ada dua, satu untuk ayah, dan satu untuk ibu. mobil yang baru ditukarkan tadi, sebagai hadiah untuk ibu..
jiaaahhhh...
beberapa contoh kelatahan tadi, tidak membuat saya nyaman sama sekali. saya tidak mengerti apa yang harus saya lakukan dengan facebook atau twitter, telinga saya tidak menerima lagu-lagu indie pop atau rock alternatif atau apapun itu, mata dan hati saya tidak menangkap maksud cerita film-film dengan genre drama romantic action bla bla bla, saya tidak bisa menggunakan BB, dan semua ketidaknyamanan lainnya.
saya tidak mungkin membiarkan ibu naik angkot ke tempatnya bekerja dan saya yang memakai mobilnya kan?
atau saya tidak mungkin kuliah di jurusan yang tidak saya mengerti "untuk apa saya pelajari ini" kan?
bagaimana dengan BB? saya tidak mungkin memakai BB sementara ayah dan kakak-kakak saya hanya memakai no*ia jadul kepunyaannya..
saya tidak harus memenuhi lemari dan kamar saya dengan barang-barang yang hanya saya gunakan sekali seumur hidup hanya karena trend-nya yang sudah terlewat..
ya, dan saya tidak harus menyukai apa yang orang lain sukai melainkan saya hanya harus mengetahui..itu saja.
baiklaaahhh,,mulai sekarang saya harus memfungsikan semua benda yang jadul-jadul ini secara maksimal..
saya akan memakai gadget ini sampai ia rusak.
saya akan memadupadankan baju-baju yang dulu pernah saya idamkan dan menggunakannya disaat yang memungkinkan.
saya akan menahan diri untuk tidak membeli apa yang tidak saya butuhkan.
saya akan menutup mata dan berusaha tidak latah.
dan ketika saya menggunakannya..
"YA AMPUN, LO KETINGGALAN JAMAN BANGET SIH XXX!!itu mah cuma dipake pas sebelum masehi kalee.."
hei, apa yang salah sama saya??
Diposting oleh




0 komentar:
Posting Komentar