Curhat ke indonesia di ultahnya yang ke-65.
Saya lagi sebel..
Saya sebel sama orang kayak kalian.
Kalian yang HEEEIII,mengkritisi kegiatan pemerintah atau kegiatan manusia indonesia yang biasa. Kalian kenapa sih?? Ada apa sih sama kalian??
Kalian itu sadar enggak sih? Kalau kata temen saya sih, manusia itu ibarat pemain sirkus. Itu kita. Itu kalian. Kalian itu pemain sirkus yang semakin bahaya atraksi yang kalian buat, semakin kalian berharap banyak dengan tepukan tangan dari penonton. Nah, inilah kalian, pemain sirkus yang berlomba-lomba jadi pemain utama. Kalian yang berlomba tampil beda dan gak biasa. Sampai-sampai kalian lupa kalau ada pemain lain yang nunggu giliran untuk tampil. Kalian menyerobot hak mereka, tau??
Mulai dari hal kecil aja sih ya, kenapa sih saya sampe terdengar quote: “jangan jadi bangsa kagetan. Pas hari kemerdekaan, kalian berteriak lantang layaknya nasionalis sejati.”
Kenapa anda melarang? Kok anda melarang manusia indonesia untuk bersuka cita sama hari kemerdekaannya sendiri? Apa sih yang pernah anda perbuat sama Indonesia dan apa yang harus kami lakukan untuk Indonesia supaya boleh berteriak SAYA CINTA LHO SAMA INDONESIA di hari jadinya? Apa kami, manusia indonesia biasa “yang latah dengan tiba-tiba” ini harus mengibarkan bendera di bawah laut dulu? Atau kami manusia indonesia biasa yang latah tiba-tiba ini harus tumpah darah dulu baru boleh bilang “NKRI itu harga mati” dan “dirgahayu indonesiaku tercinta” ?
Banyak yang mau saya tanyain dari kacamata saya yang bener2 bukan orang politik. Saya bukan orang sospol, ekonomi, budaya, apalagi mendaulat diri sebagai sejarawan yang nasionalis. Saya anak arsitek. Saya liat kalian dari sini, saya liat polah kalian dari goa. Tapi saya juga pemain sirkus. Bedanya, atraksi saya bener2 atraksi yang biasa.
Hei politik dan perekonomian indonesia, mengapa anda bobrok? Begitu? Kenapa orang yang begitu pintar di indonesia, malah dipecat dan diturunkan, lalu kemudian ia begitu dihargai di luar negeri nya? Begitu kan yang kalian tanyakan, itu kan yang kalian kritisi? Kalian tidak terjun langsung hei sayang.. kalian tidak tau paham politik apa yang mereka mainkan.. sama seperti saya.. kalian itu berada di garis yang sama dengan saya, tapi kalian yang halooo “dengan label ekonomi dan politik” pada maju rerombongan bilang: “iihh pemerintah ini gimana sih, kok malah diturunin?” atau yang maju “atas nama rakyat indonesia yang terzalimi”.. coba deh, yang latah ini sopo yo? Kok yo kalian cepat sekali berkesimpulan: manusia indonesia akan merugi. Merugi karena si itu diduga korupsi. Merugi karena si itu diilangin dari indonesia padahal dia membantu indonesia, hei kalian warga indonesia yang goblok (ini nih yang sering saya denger di kampus,hedehhh,,).
Gini deh, saya dari goa cuma mau nanya, tolong dong jelasin paham politik apa yang lagi dijalankan sama indonesia?
Saya gak tau soalnya..
Yang ada di otak saya, presiden kita terdahulu ini kayak Tuhan. Dia pasti punya rencana, maka dia membentuk indonesia dengan segala upayanya. Sayangnya dia tidak sesempurna Tuhan, dia keburu meninggal sebeum ngajarin saya tentang paham politik. Atau apapun itu deh yang berhubungan sama cerita politik dan ekonomi indonesia yang (kata kalian) banyakkan korupsi nya.
Sahabat saya pernah bilang, hari gini kalau cuma kita sendiri yang jujur sedangkan kita hidup di lingkungan yang licik dan kotor, kita bakal di pinggirin orang lho.. nih, omongan ini nih yang buat saya gatel pengin nanya ke presiden, si itu jujur ya pak, sampe dia dipinggirin dari kursinya? Sama satu lagi nih pertanyaan saya, lho, Tuhan ditarok dimana sama kalian?
Satu lagi nih, saya sering banget denger orang-orang dengan gampangnya bilang: saya benci negara ini; saya mau pindah aja dari indonesia; dia tidak bisa menghargai anak bangsanya; indonesia pendidikannya tidak layak sampai-sampai kita harus belajar di luar negeri.
Saudara setanah airku.. di kampus saya banyak lho orang india dan jerman yang belajar di indonesia. Saudara setumpah darahku.. apa kamu tahu bahwa UI termasuk kedalam 10 besar universitas terbaik se-asia tenggara (googling kalo anda tidak percaya)? Karena kamu pintar, saya yakin kamu pasti tahu ini. Lalu siapa lagi yang akan memperbaiki pendidikan indonesia jika kalian sendiri begitu membenci negara ini seakan tidak pernah ada hal baik yang muncul di negara kita sendiri? Kalian pikir di negara lain, semua baik-baik saja?
Kemarin saya nonton film “salt” yang kemudian saya tahu bahwa film itu dibuat berdasarkan kisah nyata, tentu saja tidak semuanya nyata. Film itu isinya tentang orang amerika yang diculik dan dibawa ke rusia, kemudian disisipkan lagi ke amerika dan mengakui bahwa amerika adalah tanah airnya tercinta namun ternyata mereka membawa misi tertentu untuk memporak-porandakan amerika dengan alasan tertentu. Kalian bisa berpikir kan, itu negara adidaya lho, dan bisa kacau balau juga. Apalagi cuma kita, negara yang berkembang, dan kalian sudah berniat meninggalkannya.
Kalian yang berbangga memakai bahasa inggris di negaramu sendiri. Padahal kalian tau bahwa bahasa indonesia itu dipelajari di hampir seluruh dunia dan termasuk ke dalam peringkat 3 “bahasa yang tersulit untuk dipelajari” di Asia dan nomor 19 di seluruh dunia (boleh baca kaskus deh). Dan kalian pasti tahu saudara seperjuanganku, di perancis, mereka tidak mau memakai bahasa inggris bahkan untuk turis sekalipun. Indonesia boleh bangga punya masyarakat seperti kalian, kita adalah masyarakat yang paling sering berbahasa inggris. Tapi mau nanya lagi deng, anda bahasa inggrisnya lancar sekali deh, bahasa indonesianya udah lancar belom ya? Bahasa daerahnya udah pernah dipelajari belom ya? Jangan loncat-loncat teman, masih banyak yang belum kalian kenal di negaramu sendiri.
Beberapa hari yang lalu saya pernah di BM sama salah seorang teman, dan isinya berkata bahwa pengusaha singapura bilang: indonesia is a rich country. Indonesia doesn’t need the world. Dunia yang butuh indonesia. Tebang saja hutan di kalimantan, dan dunia akan kehilangan hampir separuh paru-parunya. Kalian tahu, singapura hidup dari indonesia, 500.000 orang indonesia berlibur ke indonesia setiap bulannya. Kalian lihat isi rumah sakit kami, hampir semua orang indonesia yang berobat rutin disana. Saat singapura dan malaysia krisis beras, kalian bisa mendapatkan beras dengan mudah. Saya ke kalimantan dalam rangka bisnis. Pasirnya mengandung permata, berglitter di terpa sinar matahari. Di indonesia mereka menjualnya dengan harga 3000rupiah/kg, sementara jika saya membeli pasir yang sama dari pengusaha jepang, mereka menjualnya dengan harga 30.000rupiah/kg. Kalian HARUSNYA DAPAT MENGEMBARGO NEGARA KALIAN SENDIRI.
Terlepas dari benar tidaknya isi BM itu, saya percaya omongan dia ada benernya. Kalian berlomba-lomba tampil beda, mau keluar negeri, mau pindah kewarganegaraan, mau kerja di luar negeri, sementara peluang besar yang ada di indonesia tidak pernah kalian sentuh. Dan nanti ketika anda pulang dari luar negeri, anda akan dengan bangga bilang ke anak cucu: saya tidak hidup dari indonesia, saya kerja di luar negeri. Indonesia tidak pernah ngasih saya apapun.
Rame-rame deh kalian bilang, indonesia banyak koruptor, indonesia kepemerintahannya bobrok. Ini lagi nih yang bikin saya pengen nanya, kalian bilang gitu tapi kalian rame-rame daftar PNS, rame-rame mau kerja sama pemerintah. Kebencian kalian berbanding lurus sama kecintaan kalian untuk berkorupsi disana. Dan tetap dengan slogan: kalo hidup jujur jangan di indonesia.
Anda buat deh perusahaan sendiri, abis-abisin deh indonesia. Borok-borokin deh sana.
Rame-rame deh kalian bilang, saya benci indonesia. Dan saya akan menemukan banyak sekali pertanyaan yang akan saya tanyakan ke anda, tanpa perlu jawaban tentunya. Karena kalian punya jawabannya. Sayangnya kalian menutup mata dan maunya langsung lompat “indonesia menjadi negara maju baru saya bangga”.
Ini sebenernya yang tidak pintar siapa sih? Saya, kalian, apa Tuhan?
Yang tidak bersyukur itu siapa sih? Saya, kalian, apa Tuhan?
Udah ah, omongan saya udah gak ada bobotnya. Bahasanya aneh, bukan bahasa indonesia, bukan pula bahasa inggris. Saya aja, udah gak ngerti arah pembicaraannya.
Untuk kalian yang tidak sependapat, saya gak mau berdebat deh. Saya anak arsitek, bukan sospol, budaya, sejarawan, ekonomi, atau apapun itu yang punya bobot untuk ngomongin ini. Saya lihat kalian dari goa. Tapi saya bukan penonton, saya pemain sirkus juga. Pemain sirkus dengan atraksi yang biasa. Bukan yang rebutan pengen jadi pemain utama yang paling banyak dapet tepukan tangan penonton.
Saya pernah denger kalo di indonesia punya undang-undang, tapi kalian sendiri yang tidak menghormati. Mudah-mudahan kebebasan berpendapat masih sah ya? Supaya omongan saya bisa diijinkan untuk dibaca dan tertulis disini.
Kayaknya otak saya emang gak nyampe untuk ngomongin ini deh, buktinya sekarang saya pusing, banyak banget pertanyaan yang mau saya keluarin.
Hmm.. indonesia bukan negara agama, indonesia punya banyak koruptor, indonesia bla bla bla.
Tapi kalo kata temen saya yang sering googling di dunia fiksi, dia bilang: indonesia itu atlantis. Cari sendiri deh, indonesia beneran atlantis atau enggak, dan apa itu atlantis.
Indonesia, maafin saya ya kalo saya salah dan pertanyaan saya banyakan gobloknya..
Selamat ulang tahun indonesia.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Diposting oleh




1 komentar:
cie alink, waaaaah alink pinter deh, suka deh haahaha
Posting Komentar