0

home alone

hehe,,
saya baru menyadari. ternyata tiga hari belakangan, saya hidup sendiri. tidur sendiri, makan sendiri, dan melakukan semua aktivitas sendiri.
yaahh, ini disebabkan oleh: rencana liburan saya yang berubah secara tiba-tiba.

awalnya,rencana liburan sudah saya susun sedemikian rupa dan sematang mungkin. tanggal 20 berangkat bersama sepupu saya, kemudian tanggal 25 melanjutkan perjalanan lagi ke kota lainnya bersama om dan tante.tapi ternyata; berikut adalah hal-hal yang menyebabkan rencana saya buyar tak berbentuk.

  • dosen saya mengundur jadwal asistensinya. dia bilang: "nanti saya kasih kabar selanjutnya,kapan saya akan meng-asistensi anda lagi." hal ini berdampak pada pengunduran tanggal keberangkatan menjadi tanggal 23 dari kotaku tercinta menuju kota kembang yang penuh dengan cireng.
  • saat saya tiba di ruko tante saya di daerah dewi sartika, saya hanya meletakkan koper bawaan saya untuk kemudian langsung menuju toko buku mengingat mepetnya waktu liburan di kota ini (tanggal 25 saya harus berangkat lagi menuju lampung). kemudian setelah saya mendapat beberapa buku dan pulang, oom memberi tahu bahwa ia batal berangkat ke lampung dengan alasan yang menurut saya sangat kekanakan (om dan tante sempat ribut kecil mengenai persiapan keberangkatan ke lampung, tante dengan barang bawaannya dan om dengan kepraktisannya. dan kemudian oom sebagai kepala rumah tangga mengambil alih keputusan dan berkata: YA SUDAH, KITA TIDAK USAH BERANGKAT KE LAMPUNG)..
wawawaawawaaa,,bagaimana nasib kami oom??
  • kemudian setelah saya memutuskan untuk pulang tanggal 29 (saat dimana keluarga saya pulang dari liburannya) dan bertemu mereka dirumah, ternyata sepupu saya mendapat kabar dari sekolahnya bahwa hari senin (26/6/2010), akan diadakan ujian tahap 3 untuk psikotest pertukaran pelajar ke jerman. ok, ok, dia menangis dan saya merasa serba susah. mau marah, tapi tidak tega.

hasilnya...
disinilah saya terdampar kelaparan ditengah rumah yang kosong melompong. sempat teringat, saat saya berada dirumah tante yang notabene sangat suka sekali memasak, saya tidak pernah kelaparan seperti ini. selalu ada makanan dan cemilan ringan khas anak berumur 2 tahun. ciki, astor, sisa susu kotak yang tidak sampai separuh diminum oleh sepupu saya yang balita, gery o donut, kacang turbo, dan favorit saya si pisang pangsit..
selain itu, di ruko tante, saya tidak akan merasa sepi, lah wong di depannya jalan besar yang lalu lalang manusia dan kendaraan. paling tidak, jika saya merasa bosan, saya bisa membantunya menjaga toko musik dan bertemu dengan grup band sekolahan atau pengamen jalanan yang sekadar bertanya harga pick gitar.
saya bisa menghitung gitar yang dipajang, bertanya ke pegawai "ini untuk apa?", bergumam takjub mengenai harga gitar dan drum yang mahal, melihat-lihat geliat fashion kota bandung yang kebetulan lokasi berjualannya berada pas di sebelah toko, atau duduk-duduk di depan toko memandang kota sambil menggigil kedinginan.

rumah tante dengan sejuta pesonanya..

apalagi saat hebohnya pertandingan bola. dan layar besar terpampang di gedung BRI alun-alun sekitar masjid raya bandung.semua orang berkumpul disana.termasuk kami setelah selesai berjualan.malam berangin..
dan saya ingat saat mbak na dan mbak kom (dua pegawai tante) menggandeng tangan kami tanpa merasa canggung sambil menyanyikan lagu aaaiisshiteruu.. *taelaahh,mbak na,plis deh!!
memang yang saya ingat hanyalah bagian malam dari kota bandung.

saat makan di raa-cha, restoran thailand, di cihampelas walk..
saat saya terheran-heran melihat keadaan ciwalk yang jauh berbeda dari terakhir saya kesana..
saat para penjaja kenikmatan berkeliaran untuk saling berebut pelanggan di daerah pasar baru dan otista..
saat para perempuan muda mengabadikan wajahnya di depan gedung tua bersama teman-temannya..
saat saya takjub: "taksi sangat mudah didapat di bandung"..

ya,memang saat kita (baca: saya) sendirian, kita (saya) akan melankolis.

bagaimanapun, saya tidak bisa berbohong, saya begitu menikmati kehidupan disana.saya bisa beraktivitas dengan semaunya, benar-benar rehat sejenak dari rutinitas.terlebih lagi segala sesuatu bisa didapat dengan mudah dan murah disana..
tante yang ramah dan memperlakukan kami berlebihan.
oom yang selalu teriak saat pertandingan bola mulai.
sepupu yang selalu lompat-lompat di kamar merangkap ruang tamu.
dan kami selalu mengobrol panjang lebar hingga paling tidak jam 1 subuh sembari menunggu sepupu balita itu tertidur pulas.

kemudian saya ingat, betapa dulu saya benar-benar menginginkan untuk kuliah disana.
saya dengan keinginan saya untuk memiliki mobil ber-plat D.
saya dengan keinginan saya untuk memiliki rumah di kota itu.
sampai sekarang saya masih menginginkan semua..

tapi untuk saat ini..
disinilah saya dengan kemelompongan rumah dan kota tempat saya tinggal.
dan rumah ini..
akan saya ubah menjadi rumah yang tidak biasa.
seperti home alone versi bangkok.

*bangkok --> bandung kota kembang

0 komentar:

Back to Top